
Pendahuluan
Membaca sering dianggap sebagai aktivitas memahami isi teks secara langsung. Namun, pemahaman yang baik tidak hanya berhenti pada apa yang tertulis, melainkan juga mencakup alasan mengapa teks tersebut ditulis. Setiap penulis memiliki tujuan tertentu ketika menyusun sebuah teks, baik untuk memberikan informasi, memengaruhi pembaca, maupun menyampaikan gagasan tertentu.
Kemampuan menentukan tujuan penulis menjadi bagian penting dalam literasi membaca karena membantu memahami pesan secara lebih utuh. Tanpa kemampuan ini, pembaca mungkin hanya menangkap informasi permukaan tanpa memahami maksud sebenarnya. Dalam berbagai jenis teks, tujuan penulis dapat dikenali melalui pilihan kata, gaya bahasa, serta struktur penyampaian.
Artikel ini membahas secara komprehensif mengenai pengertian tujuan penulis, jenis-jenis tujuan penulisan, ciri-ciri dalam teks, langkah menentukan tujuan penulis, serta contoh analisis. Dengan memahami konsep ini, proses membaca akan menjadi lebih kritis dan bermakna.
Pengertian Tujuan Penulis dalam Teks
Tujuan penulis adalah alasan atau maksud yang melatarbelakangi penyusunan suatu teks. Setiap teks dibuat dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai melalui penyampaian informasi atau gagasan. Tujuan ini berkaitan dengan fungsi komunikasi bahasa, yaitu bagaimana penulis berusaha menyampaikan pesan kepada pembaca.
Dalam kajian literasi, menentukan tujuan penulis termasuk keterampilan memahami makna implisit karena pembaca harus menafsirkan maksud yang tidak selalu dinyatakan secara langsung. Dengan kata lain, memahami tujuan penulis berarti mengidentifikasi apa yang ingin dicapai penulis melalui tulisannya.
Tujuan penulis berbeda dengan topik teks. Topik hanya menunjukkan apa yang dibahas, sedangkan tujuan menjelaskan mengapa topik tersebut dibahas. Perbedaan ini penting agar pembaca tidak keliru dalam menafsirkan isi bacaan.
Jenis-Jenis Tujuan Penulis
1. Memberikan Informasi
Tujuan ini berfokus pada penyampaian fakta, data, atau pengetahuan secara objektif. Teks dengan tujuan informatif biasanya ditemukan pada artikel ilmiah populer, laporan, atau teks eksplanasi. Bahasa yang digunakan cenderung netral dan tidak mengandung ajakan.
Ciri utama:
- Menggunakan fakta dan data
- Bahasa objektif
- Menjelaskan suatu fenomena
2. Meyakinkan atau Mempersuasi
Tujuan persuasif bertujuan memengaruhi pembaca agar menerima pendapat atau melakukan tindakan tertentu. Teks jenis ini sering ditemukan dalam opini, iklan, atau editorial.
Ciri utama:
- Mengandung argumen
- Ada ajakan atau saran
- Menggunakan kata emotif
3. Menghibur
Tujuan menghibur bertujuan memberikan pengalaman emosional atau kesenangan melalui cerita atau narasi. Teks dengan tujuan ini biasanya bersifat imajinatif.
Ciri utama:
- Menggunakan alur cerita
- Bahasa ekspresif
- Fokus pada pengalaman atau peristiwa
4. Mengkritik atau Mengevaluasi
Tujuan ini berfokus pada penilaian terhadap suatu isu, karya, atau fenomena. Penulis menyampaikan analisis yang disertai alasan.
Ciri utama:
- Mengandung penilaian
- Menggunakan sudut pandang tertentu
- Menyertakan alasan atau bukti
Ciri-Ciri Tujuan Penulis dalam Teks
Tujuan penulis dapat dikenali melalui beberapa indikator yang terlihat dalam teks. Pertama, pilihan kata menunjukkan sikap penulis. Bahasa objektif biasanya menandakan tujuan informatif, sedangkan bahasa emosional cenderung menunjukkan tujuan persuasif.
Kedua, struktur teks memberikan petunjuk. Teks yang diawali dengan pernyataan pendapat dan diikuti argumen kemungkinan bertujuan meyakinkan. Sementara itu, teks yang menjelaskan proses atau fakta cenderung informatif.
Ketiga, nada atau sikap penulis juga menjadi indikator penting. Nada netral menunjukkan tujuan menyampaikan informasi, sedangkan nada kritis menunjukkan tujuan mengevaluasi.
Dengan memperhatikan indikator tersebut, pembaca dapat lebih mudah mengidentifikasi maksud penulis.
Langkah-Langkah Menentukan Tujuan Penulis
Menentukan tujuan penulis memerlukan proses analisis yang sistematis. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Membaca Teks Secara Menyeluruh
Pemahaman umum terhadap isi teks membantu mengenali konteks pembahasan.
2. Menentukan Topik Utama
Topik memberikan gambaran tentang fokus pembahasan.
3. Mengidentifikasi Jenis Informasi
Perhatikan apakah teks berisi fakta, opini, atau cerita.
4. Memperhatikan Gaya Bahasa
Bahasa objektif atau emosional dapat menunjukkan maksud penulis.
5. Menarik Kesimpulan Tujuan
Gabungkan semua petunjuk untuk menentukan tujuan yang paling tepat.
Langkah-langkah ini membantu memastikan bahwa kesimpulan didasarkan pada bukti dalam teks, bukan sekadar dugaan.
Contoh Analisis Tujuan Penulis
Perhatikan paragraf berikut:
“Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara. Oleh karena itu, masyarakat perlu mulai beralih dari kendaraan pribadi.”
Topik paragraf tersebut adalah transportasi umum. Namun, terdapat ajakan kepada masyarakat untuk beralih, sehingga tujuan penulis bukan sekadar memberi informasi, melainkan mempersuasi pembaca.
Contoh ini menunjukkan bahwa tujuan penulis dapat dikenali melalui kata kunci seperti “oleh karena itu” dan adanya ajakan.
Kesalahan Umum dalam Menentukan Tujuan Penulis
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Menyamakan tujuan dengan topik
Topik hanya menjelaskan isi, bukan maksud penulis. - Mengabaikan konteks keseluruhan
Tujuan harus dilihat dari keseluruhan teks, bukan satu kalimat. - Mengandalkan asumsi pribadi
Kesimpulan harus berdasarkan bukti dalam teks.
Menghindari kesalahan ini membantu menghasilkan interpretasi yang lebih akurat.
Cara Melatih Kemampuan Menentukan Tujuan Penulis
Kemampuan ini dapat ditingkatkan melalui latihan yang konsisten. Membaca berbagai jenis teks membantu mengenali pola tujuan penulisan. Selain itu, membuat pertanyaan seperti “mengapa teks ini ditulis?” dapat melatih analisis.
Diskusi teks juga efektif karena membuka perspektif baru terhadap interpretasi. Latihan soal literasi yang berfokus pada analisis tujuan penulis dapat memperkuat keterampilan ini.
Semakin sering dilakukan, semakin mudah mengenali maksud penulis dalam berbagai konteks bacaan.
Kesimpulan
Menentukan tujuan penulis merupakan keterampilan penting dalam memahami teks secara mendalam. Dengan mengenali maksud di balik penulisan, pembaca dapat memahami pesan secara lebih utuh dan kritis. Tujuan penulis dapat berupa memberi informasi, meyakinkan, menghibur, atau mengevaluasi, dan masing-masing memiliki ciri tertentu yang dapat dikenali melalui bahasa dan struktur teks.
Melalui langkah-langkah analisis yang sistematis serta latihan yang konsisten, kemampuan ini dapat berkembang dan membantu memahami berbagai jenis bacaan dengan lebih efektif.
Daftar Pustaka
Anderson, N. J. (2003). Scaffolded reading experiences for language learners. TESOL.
Grabe, W., & Stoller, F. L. (2019). Teaching and researching reading (3rd ed.). Routledge.
Henry Guntur Tarigan. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Gerakan literasi nasional: Materi pendukung literasi membaca. Kemendikbud.


